Rak Gudang hampir roboh tidak selalu karena beban barang terlalu berat. Penyebabnya dapat terjadi karena dampak satu benturan antara rak dengan material handling, satu baut longgar dan beban per level yang berlebih.
Jika Anda pemilik bisnis, rak roboh menjadi hal yang menakutkan sampai tidur pun tidak nyaman. Rak yang mendadak roboh bukan cuman merusak ribuan stok barang, tetapi juga menjadi ancaman keselamatan cederanya karyawan Anda.
Pastikan Rak Gudang Anda sesuai dengan kapasitas beban per level dan diinstal dengan benar. Yuk, kita bahas bagaimana tips untuk distribusi barang di gudang agar Rak tidak roboh.
1. Rencanakan kebutuhan barang dengan jenis rak gudang
Langkah pertama adalah mengenali karakteristik barang yang akan disimpan. Karakteristik berupa berat per level, dimensi, jenis kemasan (pallet, karton, drum, atau barang panjang), dan jumlah total stok barang yang disimpan. Dari data ini Anda bisa memilih jenis rak gudang yang sesuai.
- Selective Pallet Rack: sangat cocok untuk barang berpalet dengan variasi SKU banyak karena setiap pallet mudah diakses.
- Rak medium duty atau light duty : untuk barang karton atau non-pallet dengan beban lebih ringan.
- Drive-in rack: cocok untuk barang sejenis dalam jumlah besar dengan SKU sedikit.
- Cantilever rack: cocok untuk barang panjang seperti pipa, kayu, dan besi.
Cek juga disini : Hasil Project Rigel Perkasa Mandiri
Setelah jenis rak ditentukan, perhatikan kapasitas beam. Beam adalah balok horizontal yang menopang pallet atau barang, dan kapasitasnya biasanya dinyatakan per pasang beam dalam kondisi beban terdistribusi merata (uniformly distributed load).
Untuk menentukan jenis rak, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan total berat barang per level tidak melebihi kapasitas beam yang tertera dari gudang Anda.
- Jangan menaruh beban terkonsentrasi di satu titik, misalnya satu barang berat di tengah beam, kecuali rak memang dirancang untuk itu.
- Pastikan panjang dan ukuran pallet sesuai dengan lebar beam.
- Simpan barang terberat di level paling bawah dan barang lebih ringan di level atas. Ini menurunkan titik berat rak dan mengurangi risiko rak goyah.
2. Pertimbangkan perputaran barang
Perputaran barang memengaruhi cara penataan dan beban yang diterima rak setiap hari.
- Barang fast moving sebaiknya ditempatkan di level bawah dan dekat area pengambilan. Selain mempercepat picking, ini mengurangi frekuensi forklift bekerja di level tinggi, yang berisiko membentur rak.
- Barang slow moving bisa ditempatkan di level atas atau area yang lebih jauh.
Perputaran barang juga berkaitan dengan metode FIFO (First In, First Out) atau LIFO ( Last In, First Out ). Penataan yang jelas membuat gudang rapi dan terhindar dari penumpukan sembarangan yang membebani rak secara tidak seimbang.
3. Pertimbangkan sistem aliran barang
Sistem aliran barang menentukan bagaimana barang masuk dan keluar dari rak. Dua sistem yang umum dipakai:
- FIFO (First In, First Out): barang yang masuk lebih dulu keluar lebih dulu. Cocok untuk barang dengan masa simpan terbatas. Biasanya didukung Selective Pallet Racking, Double Deep Pallet Racking.
- LIFO (Last In, First Out): barang yang masuk terakhir keluar lebih dulu. Cocok untuk barang tahan lama dan umumnya digunakan pada Drive In Rack.
Baca juga : Perbedaan FIFO dan LIFO untuk Rak Gudang
Pemilihan sistem aliran ikut memengaruhi distribusi beban:
- Pada sistem gravity flow, pastikan beban per jalur sesuai spesifikasi roller dan rel agar aliran tetap lancar dan rangka tidak menerima beban berlebih.
- Pada drive-in rack, bebannya ditopang rel, jadi pastikan pallet dalam kondisi baik dan ditempatkan lurus.
- Atur alur lalu lintas forklift satu arah bila memungkinkan, dengan lebar lorong (aisle) yang cukup. Lorong yang terlalu sempit meningkatkan risiko tabrakan ke rak.
- Pastikan pallet yang digunakan dalam kondisi baik: tidak patah, tidak lapuk, dan ukurannya seragam. Pallet rusak bisa membuat beban tidak merata pada beam.
4. Proteksi fisik rak terhadap penggunaan material handling
Tabrakan dengan forklift, atau material handling lain adalah salah satu penyebab utama kerusakan dan robohnya rak gudang. Tiang (upright) yang penyok sedikit saja dapat mengurangi kapasitas rak secara signifikan. Karena itu proteksi fisik sangat penting:
- Pasang upright protector (column guard) di bagian bawah tiang, terutama di sudut lorong dan area manuver forklift.
- Gunakan end-of-aisle protector di ujung baris rak yang paling rentan tertabrak.
- Pasang safety pin atau beam lock pada sambungan beam dan tiang agar beam tidak terangkat atau lepas saat forklift menurunkan atau mengambil pallet.
- Lakukan inspeksi rutin terhadap beam melengkung, sambungan longgar, atau karat. Komponen rusak sebaiknya segera diganti, bukan dipakai terus.
- Latih operator forklift agar memahami batas beban dan cara menempatkan pallet dengan benar.
Kesimpulan
Rak roboh umumnya dapat dicegah. Kuncinya ada pada perencanaan: pilih rak gudang sesuai jenis dan berat barang, taati kapasitas beam, letakkan barang berat di bawah, sesuaikan penataan dengan perputaran dan aliran barang, serta lindungi rak dari benturan alat material handling. Dengan inspeksi rutin dan disiplin operasional, gudang Anda akan lebih aman, rapi, dan produktif.
Butuh Rak Gudang yang Sesuai? Pakai Rak Gudang dari Rigel!
Setiap gudang memiliki kebutuhan yang berbeda. Rigel menyediakan rak gudang yang bisa disesuaikan dengan jenis barang, kapasitas beban, dan tata letak gudang Anda. Hubungi tim Rigel sekarang untuk konsultasi dan dapatkan rekomendasi rak gudang terbaik untuk bisnis Anda.




