Cold storage adalah fasilitas penting untuk menjaga kualitas produk yang sensitif terhadap suhu, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan kimia. Mengatur tata letak rak yang efisien di Cold storage dapat memaksimalkan kapasitas penyimpanan, mempermudah akses barang, dan mengurangi biaya operasional.
Melalui artikel ini akan dibahas secara lengkap, langkah demi langkah mengatur tata letak produk di Cold storage :
1. Kelompokkan Produk
Pengelompokkan produk merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengatur tata letak di Cold storage. Proses ini melibatkan identifikasi karakteristik setiap produk, seperti jenis, berat dan persyaratan suhu penyimpanan. Berikut klasifikasi berdasarkan jenis produk, diantaranya :
- Produk segar : Sayuran dan Buah – buahan.
- Makanan Beku : Daging segar, hasil laut, dan makanan beku siap saji
- Farmasi : Vaksin dan obat – obatan.
Pengelompokkan ini tidak hanya mempermudah proses penyimpanan, tetapi mencegah terkontaminasinya antara produk satu dengan produk lainnya dan menjaga kualitas produk. Selain itu, pengelompokkan ini akan mengoptimalkan alur kerja di cold storage, mengurangi waktu yang terbuang untuk mencari produk dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
2. Pemilihan Jenis Rak yang Tepat
Pemilihan jenis rak yang tepat adalah faktor penentu efisiensi penyimpanan di cold storage. Rak yang sesuai akan mengoptimalkan penggunaan ruang, mempermudah akses barang dan menjaga kualitas produk. Berikut adalah beberapa jenis rak umum yang digunakan di cold storage beserta pertimbangan untuk Anda memilihnya :
-
Selective Pallet Racking
Deskripsi : Jenis rak paling populer yang digunakan pada gudang. Fleksibilitas dan efisiensinya dalam penyimpanan palet membuat sistem rak ini paling banyak digunakan oleh bisnis ritel, pusat distribusi dan cold storage.
Pertimbangan : Cocok untuk berbagai jenis produk dengan berat dan volume yang beragam dan Penentuan tinggi dan jarak antar rak yang dapat disesuaikan dengan berbagai jenis material handling tipe standar seperti forklift.
-
Double Deep Pallet Racking
Deskripsi : Jenis rak modifikasi dari selective pallet racking. Fleksibilitas dan efisiensinya dapat menyimpan produk 4x lebih besar. Untuk menjangkau keseluruhan, diperlukan bantuan material handling seperti forklift teleskop atau patograph.
Pertimbangan : Rak ini juga cocok untuk berbagai jenis produk dengan berat dan volume yang beragam. Ketinggiannya dapat mencapai 14 meter dan dapat disesuaikan dengan jumlah level rak yang diinginkan.
-
Drive In Racking
Deskripsi : Jenis rak yang dapat memaksimalkan kapasitas penyimpanan tanpa perlu memperluas area gudang yang ada. Sistem rak ini memungkinkan Anda untuk menyusun barang dipalet secara berlapis dengan akses yang mudah. Menggunakan forklift yang akan masuk kedalam rak untuk menyimpan atau mengambil barang secara cepat dan efektif.
Pertimbangan : Rak ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki produk dengan rotasi stok rendah seperti furnitur, produk bahan bangunan, barang – barang DIY, dan produk yang tidak mudah rusak atau tidak memiliki tanggal kadaluarsa.
-
Push Back Racking
Deskripsi : Sistem rak ini bekerja dengan menggerakkan beban di sepanjang rel miring. Cara kerjanya forklift akan mendorong produk yang berada di atas palet untuk diarahkan ke belakang rak. Kemudian palet baru akan mengisi ruang yang ditinggalkan oleh palet sebelumnya. Selanjutnya pada saat palet yang ada di depan diturunkan, palet dibelakang akan meluncur ke depan untuk diambil.
Pertimbangan : Rak ini sangat cocok untuk menyimpan banyak SKU, memanfaatkan ruangan gudang Anda dengan baik. Memudahkan Anda mengambil produk yang ada di rak dan paling penting meminimalisirkan risiko kerusakan produk.
3. Penerapan Sistem FIFO dan LIFO
Dalam pengelolaan cold storage, penerapan sistem FIFO (First In, First Out) dan LIFO (Last In, First Out) sangat penting untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi operasional. Kedua sistem ini memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda, sehingga pemilihan sistem yang tepat harus disesuaikan dengan jenis produk dan kebutuhan bisnis Anda.
FIFO (First In, First Out)
- Metode ini cocok untuk produk yang memiliki umur simpan terbatas seperti buah, sayuran, daging degar, produk susu dan obat – obatan.
- Tata letak cold storage diatur sedemikian rupa agar produk dapat lebih lama disimpan di dalam area yang murah diakses.
- Terakhir produk yang pertama masuk akan menjadi produk yang pertama keluar.
LIFO (Last In, First Out)
- Metode ini produk yang terakhir masuk ke cold storage adalah produk pertama kali masuk.
- Tata letak cold storage memungkinkan penempatan produk baru di bagian depan atau produk yang baru datang lebih cepat habis daripada produk lama.
- Sangat cocok untuk produk yang bahan mentah sering dikeluarkan dan penempatannya perlu dibagian depan daripada bagian belakang.
4. Pemanfaatan Teknologi
Dalam mengatur tata letak cold storage, tips selanjutnya adalah memanfaatkan teknologi diera digital seperti sekarang ini. Teknologi memainkan peran penting dalam mengoptimalkan operasional cold storage.
Dengan pemanfaatan yang tepat tidak hanya meningkatkan efisiensi penyimpaan, tetapi juga memastikan kualitas produk tetap terjaga. Berikut beberapa teknologi yang dapat diterapkan untuk mengatur tata letak cold storage demi memaksimalkan penyimpanan, diantaranya :
-
Sistem Manajemen Gudang (WMS)
WMS adalah inti dari operasional cold storage. Sistem ini memungkinkan pengelolaan inventaris secara real-time, mulai dari stok produk, penerimaan produk sampai pengiriman produk.
Disamping itu, WMS juga dapat membantu dalam mengatur tata letak. Dengan menganalisis data inventaris, WMS dapat memberikan rekomendasi tata letak yang lebih optimal untuk memaksimlakan penggunaan ruang. Kemudian, WMS secara otomatis menerapkan sistem FIFO atau LIFO yang memastikan produk keluar sesuai dengan urutan masuknya.
Jika Anda menggunakan WMS pada cold storage, setiap produk dapat dilacak secara individual. Jadi memudahkan Anda mengecek jika terjadi suatu masalah kualitas.
-
Internet of Things (IoT)
Kedua IoT ini memungkinkan Anda memantau kondisi cold storage secara terus – menerus melalui sensor yang terhubung dengan internet.
Sensor tersebut akan mengirimkan data secara real-time ke sistem pemantauan seperti WMS. Hal ini, memungkinkan deteksi awal jika terjadi fluktuasi suhu.
Sensor tersebut juga dapat memantau penggunaan energi dari cold storage, jadi membantu Anda mengidentifikasi area mana yang boros energi, sehingga mengoptimalkan penggunaan energi.
-
Vendor Management System (VMS)
Terakhir VMS, sistem ini dapat membantu Anda dalam mengelola hubungan antara supplier dengan mitra logistik Anda. Sistem ini juga dapat mengakses inventaris secara real-time, jadi memungkinkan para supplier Anda merencakan pengiriman dengan lebih baik.
Sistem ini juga menggunakan konsep otomisasi pada proses pemesanan dan pengiriman produk. Jadi meminimalisirkan terjadinya kesalahan manusia.
-
Rutin Memperhatikan Faktor Keamanan
Tips terakhir, selain mengatur tata letak, Anda juga perlu memperhatikan faktor keamanan yang ada di cold storage. Keamanan ini adalah aspek penting dalam mengelola cold storage.
Lingkungan yang lembab dan dingin, ditambah dengan penggunaan rak penyimpanan dan material handling yang berat seperti forklift dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja, jika tidak diperhatikan dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pekerja logistik perlu memperhatikan keamanan yang ada. Berikut langkah penting untuk melindungi pekerja, produk dan juga fasilitas, yaitu :
Kapasitas beban rak
Pastikan rak yang digunakan memiliki kapasitas beban yang sesuai dengan berat stok produk Anda. Jangan sampai berat stok produk yang disimpan melebihi kapasitas beban rak, karena dapat menimbulkan kerusakan pada rak seperti roboh dan mencelakai pekerja.
Pastikan juga Anda melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondiri rak yang ada di cold storage untuk memastikan tidak adanya kerusakan.
Kestabilan rak
Pastikan rak penyimpanan yang Anda gunakan pada cold storage sudah terpasang dengan benar dan stabil. Gunakan pengikat rak di area rawan guncangan jika diperlukan. Kemudian, periksa kembali kestabilan rak secara berkala, terutama setelah terjadinya benturan seperti dengan forklift.
Jika Anda menggunakan rak dari Rigel Perkasa Mandiri, Anda tidak perlu menggunakan pengikat rak, karena kami sudah menjamin rak sudah terpasang dengan baik, stabil dan aman dari guncangan.
Gangway yang jelas dan aman
Atur rak penyimpananmu di cold storage dengan membuat jalur yang jelas dan lebar untuk lalu lintas forklift. Kemudian Anda perlu menghindari penumpukkan produk diarea lalu lintasnya tersebut. Gunakan safety line untuk mengarahkan lalu lintas forklift, sehingga me
Gunakan material handling dan peralatan yang tepat
Pastikan Anda menggunakan material handling seperti forklift untuk memudahkan mengambil produk yang ada di rak. Pastikan forklift yang Anda gunakan sesuai dengan rak yang digunakan dan dalam kondisi yang baik untuk dioperasikan oleh pekerja.
Gunakan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai seperti sepatu bot anti – slip, jaket tebal dan sarung tangan untuk melindungi diri Anda didalam suhu rendah.
Mengatur tata letak produk di cold storage dengan efektif dan efisien memerlukan perencanaan yang baik, pemilihan rak yang tepat, penerapan sistem FIFO dan LIFO pada rak penyimpanan, pemanfaatab teknologi dan memperhatikan faktor keamanan dari segi material handling atau peralatannya untuk meminimalisir kerusakan pada produk.
Dengan mengikuti langkah – langkah tersebut, Anda dapat memastikan produk dalam keadaan optimal, jadi dapat mengurangi biaya operasional yang akan dikeluarkan dan meningkatkan efektivitas operasional.
Jika ingin berkonsultasi mengenai rak penyimpanan apa yang sesuai dengan cold storage Anda, segera hubungi tim kami. Kami dengan senang hati akan membantu Anda memberikan rekomendasi penyimpanan yang sesuai dengan spesifikasi dan ruang penyimpanan Anda.




